Sabtu, 03 Juli 2010

skenario cinta

Skenario Cinta
Ruang kelas begitu ramai oleh suara ribut 19 siswa yang berbincang bincang karena pelajaran kosong. Kelas 1.5 tampak begitu ceria, kecuali satu anak yang duduk di sudut belakang. Tara. Tara tampak lemas dan meletakkan dagu di atas lipatan tangannya di atas meja. Tatapannya lurus ke satu titik….
“ hayoooo….nglamun aja…!!” tara dikagetkan oleh temannya yang memang jahil. Gono.
“aarrghh…. Ganggu aja…..lagi asikk nie…” sahut tara setelah kagetnya hilang dalam 2 detik, dan kembali fokus pada perhatiannya yang tadi.
Gono yang penasaran… mencoba mengikuti arah pandangan Tara. Dan…..
“busett… taraaaa… kamu ngliatin lukisan presiden di depan aja sampe segitunya…….” Gono yang keheranan tak bisa memendam teriakannya
Tara kaget, “haa?? Maksudnya?? Siapa yg melototin presiden? Sok tauuu”
“habisnya arah matamu kesana…”kata Gono sambil menunjuk foto presiden di depan kelas
“ ada yang lebih indah dari itu tauuu” tara tersenyum sendiri
Lalu tara sibuk mencari sesuatu di tasnya.. sebuah buku diary…dan bolpoin….

Yaa….tara memang diam diam sedang menyukai seseorang di kelasnya..tapi tara belum berani berbagi cerita pada siapapun. Tara bahkan tidak pernah ngobrol sama doi. Andi. Itulah namanya… tara begitu menyukainya… imut..pintar…cuekk….
Sudah hampir satu semester tara memperhatikan andi.. sudah berpuluh puluh surat yang tara buat untuk andi.. tapi tidak pernah sampai pada tujuannya…. Satu satu nya hal yang dilakukan tara adalah bersaing dengan andi dalam hal akademis. Tara dan Andi adalah dua siswa terpintar di kelas mereka… dan yang lebih memprihatinkan adalah mereka berdua bersaing dalam Diam.
****
“sashaaaaa………………..aku mau ceritaaa” teriak tara dari ujung koridor asrama
Sekolah tara adalah sekolah berasrama di kota Bandung. Sekolah yang mewajibkan semua siswanya untuk tinggal di lingkungan asrama sekolah. Tentunya dengan kamar yang sudah ditentukan. Sasha adalah sahabat sekaligus saudara asuh Tara di sekolah ini. Ini lah uniknya sekolah asrama. Setiap siswa memiliki keluarga asuh.. satu saudara asuh, dua kakak asuh, bahkan orang tua asuh.
“apaa siee tarr? Pake toa mesjid aja sekalian manggilnya… ganggu orang tidur siang ajaaa” sahut sasha bgitu tara sudah mengambil posisi tiduran di sampingnya..tentu saja di tempat tidur sasha.
“sha… andi tambah lama tambah cute deh” tara mulai lagi menyebut nama andi. Sasha hampir setiap hari mendengar nama itu dari bibir tara.
“truss….??” Jawab sasha singkat
“ihhh…. Shaa… gtu bgt kamu…. Saudara lagi kasmaran gini….dengerin donk..ga antusias bgt”
Tara tau sasha bosan mendengarnya bercerita ttg andi.. tapi tara hanya bisa terbuka pada sasha..jadi tara ga peduli…
“ bukannya ga antusias tar..tapi kamu jalan di tempattt.. mo sampe kpn diem aja?” sasha mulai gemes sama saudara asuh tersayangnya ini..
“ aku ga berani sha.. what should I do? Nembak dia???? Ga mungkinnnnnnnn” tara memelas.
Sasha diam-diam berniat menyalurkan aspirasi Tara. Muncullah ide itu…
“tar.. km kirim surat aja k andi..tapi ga usah pake nama..pake inisial aja” sasha nyeletuk..
Tara terdiam….
***
Andi melempar tasnya di kursi tempat duduknya. Dan heran melihat ada satu amplop di atas mejanya. Andi mengambil amplop tanpa nama itu dan pelan-pelan membuka lalu membaca isinya.
Dear andi,
Hai ndi.. sorry yah Cuma bisa nulis surat. Gmn kabar kamu hari ini? Have a nice`day..
-TA-
Sambil mengerutkan kening..andi celingukan, berusaha mencari siapa yang mengirim surat itu. Berpikir..TA… inisial siapakah itu….. hasilnya.. ‘blank’ andi sama sekali tak tahu bahwa dari tadi Tara mengintip dari jendela sambil deg-deg an. Andi pun memasukkan surat itu ke dalam tas nya dan berjalan keluar kelas.
GEDUBRAKKK.
Tara terjatuh tepat di depan andi. “kamu gpp?” Tanya andi
Tara hanya menggeleng sambil berusaha berdiri sambil menahan nyeri. Dan Andi berlalu begitu saja. “ aarrgghhh… knapa pake acara jatuh sie…gara2 lantai licin nih…” gerutu tara…
Tara terjatuh karena terburu-buru pergi dari tempat pengintainnya karena takut terlihat oleh andi..dan hasilnya.. Tara benar-benar terlihat (Konyol) oleh andi.
Sejak hari itu.. setiap hari tara mengirimkan surat kaleng..tepatnya surat tanpa nama pada andi (tanpa kaleng)
dua minggu aksi surat kaleng tara berjalan.. siang ini tara kebagian piket.. jadi dia harus membereskan kelas sebelum kembali ke asrama. Mata tara tertuju pada kertas berlipat di atas meja andi. Tara pun mengambilnya..
Dear TA
Kamu siapa?begitu banyak pertanyaan yg kamu kasi ke aku.. tapi aku tak tau gimana caranya menjawab.kemana aku harus menjawab?
Maaf sebelumnya, tapi aku cukup terganggu dengan surat surat kamu… jadi tolong… beritahu siapa kamu..dan apa maksud semua ini. Thx
NB : semoga kamu nemuin urat ini.
Tara terdiammm…senang karena andi penasaran… tapi takutt juga… takut ketahuan dan andi malah menjauhh… tara menyimpan surat itu dalam saku bajunya….
***
“taraaa….gawattt!!!” wajah sasha tegang
“ kenapa sha?” tara penasaran
“ surat mu..ke andi… andi ..itu…aarrgghh… bingung gmana ceritanya…” sasha tidak bisa mengatur kata2 nya
“pelan-pelan sha…. Tarik nafasss… ada apa?” tara berusaha sabar. Dia hafal sikap sasha saat sedang panik…
“ hhhh…. Kamu kasi inisial TA di suratmu kan? Andi nyangkanya TA itu Tessa Amalia. Dan tadi andi mulai deketin Tessa.” Sasha menunjuk ke arah kantin….
Tara langsung berlari kearah kantin…dan…
“tessa..” tara memanggil tessa yang sedang duduk sendiri di kantin
“eh..tar…ada apa? Aku lagi baca novel bagus nih….”
“kamu sendirian tess?’ tara bertanya sambil berusaha mencari sosok andi
“iya tar… sini temenin aku. Tadi ada andi sih..tapi Cuma sebentar.” Jawab tessa datar
“andi?” tara berusaha mengorek keterangan
“iya tar.. tadi andi dateng nanyain nama panjang aku..hihihi…ada ada aja.. ternyata ada orang yang ngirim surat ke andi inisial namanya TA… cocok sama namaku… andi kira itu aku” tessa bercerita tanpa beban
“teruss..” tara merasa sulit bernafas
“ya aku bilang…aku ga pernah nulis surat buat dia… lagian tulisan di surat itu jauh beda sama tulisanku…”
“andi nunjukin suratnya?” tara semakin sulit bernafas
Tessa hanya mengangguk dan kembali menekuni novelnya.
***
Dear andi
Maafin aku kalo aku bikin kamu bingung dan penasaran..aku pake inisial krn aku ga brani ngomong langsung sama kmu.ternyata kamu salah sangka. Aku bukan Tessa. Sekarang aku siap membuka diri. Kamu akan tau siapa aku dalam 2 hari
TA
Itulah surat yg dibaca andi pagi ini. Seperti biasa..andi menyimpan surat itu di tasnya. Tara sudah mulai menyiapkan aksi membuka identitasnya. Dimulai dari pelajaran matematika hari ini.Ulangan dadakan!!!!
Tara menulis namanya di kertas jawaban dengan format yang berbeda. Biasanya dia menulis D. Taranita Ayunda Sanjaya sekarang dia menulisnya Desmalia TA Sanjaya. Semua nama dimanapun akan mulai ditulisnya dalam format baru itu.
Keesokan harinya saat pembagian hasil ulangan, seperti biasa, Andi, sebagai murid kesayangan Pak Tarto (guru matematika) dipanggil dan disuruh membagikan. Andi pun membagikan hasil ulangan dengan cepat, tapi berhenti di satu kertas. Desmalia TA Sanjaya. Siapa ini?andi bingung. Tara yang memperhatikan andi mulai merasa sakit perut (teganggg). Perlahan lahan andi menuju ke meja tara dan berhenti. “ ini punya kamu tar?” Tanya andi. “ oh..iya, maksih ya” tara berusaha tenang.. tapi rasanya mau muntahh… “kali ini kamu menang tar” kata andi sambil menunjukkan kertas ulangan miliknya dengan angka 9,5 di atasnya. Tara mendapat nilai sempurna 10. Tara hanya bisa tersenyum simpul.
***
Aku tau siapa kamu. Jangan lagi berusaha mendekati aku. Karena aku ga suka sama kamu.jangan mentel lah kamu jadi cewe!!
Andi
Surat itu membuat tara tak bisa menahan air mata kecewa nya. Surat yang ditemukannya tadi pagi di atas mejanya. Ya.. andi sudah menyadari siapa TA sebenarnya. Sakitt hatii…. Itu yang dirasakan tara saat ini,…
Dan entah bagaimana, tiba-tiba satu angkatan jadi tahu kalau Tara menyukai andi. Hal yang semakin membuat tara ingin sembunyi di bawah tanah. Malu.
***
Tur ke tangkuban perahu hari ini dirasakan sangat seru oleh Tara dan semua temannya. Kecuali sasha. Saat perjalanan pulang sasha menangis dan bercerita pada tara.
“tar, boby mau pindah sekolah.”
Tara kaget mendengar itu. Bobby adalah teman sekelas mereka yang sudah lama ditaksir sasha. Hanya saja sasha memang tidak mau mengatakan hal itu pada boby. Tapi sasha sering memberi perhatian lebih pada bobby. Bobby pun demikian. Tentu saja sasha merasa sangat sedih.
Tara tak tega melihat sahabatnya sedih seperti itu. Tarapun berusaha bicara pada boby.
‘bob.. knapa kamu mau pindah?” Tanya tara langsung pada boby yang kebetulan duduk di depan tara dan sasha, sementara sasha mencubit tangan tara. Tapi tara tak peduli.
“aku ga kuat di asrama tar.. aku pengen bebas”
“halah bob…. Janganlah… ntar jadi sepi kalo ga ada kamu..” tara berusaha membujuk boby
“kamu ga mau aku pindah ya tar? Gini aja.. aku ga akan pindah kalo kamu jadian sama andi dalam waktu 1 minggu dari sekarang” tiba-tiba boby member syarat yang mengejutkan
Tara tercenung…….
Sasha menangis “ tar.. ga usah dipaksain.. aku tau kamu bakal sakit hati kalo kmu nurutin syaratnya boby. Aku ga mau liat kamu sedih tar. Boby Cuma cari alasan aja”
Tara diam. Dalam hatinya tetap bertekad membuat boby tidak jadi pindah dari sekolah mereka. Demi sasha.
***
“taraa… cantik deh kamu” gono menghampiri tara sambil tersenyum ada maunya.
“apa gon? Aku lagi pusing nie..ga usah muji-muji” sahut tara ketus
“knapa tar? Siapa yang bikin pusing? Sini aku kasi pelajaran dia” ucap gono sok pahlawan kesiangan membela tara.
Akhirnya tara cerita semuanya ke gono. Dan tara merasa sedikit ringan setelah bercerita.
***
“taraaa… dipanggil andi tuh di depan asrama” tara bengong melihat kak sinta di depan kamarnya sambil berteriak begitu. Kak sinta adalah kakak kelas tara. Di sekolah berasrama gini, senioritas sangat kental. Kalau sampai ada senior yang mendekat, dipastikan juniornya bakal ketakutan dan berpikir “salah apa aku?disuruh apa ya?dijailin apa ya?”
Hal spesial lainnya adalah, selain senior tara, kak sinta adalah kakak kandung andi. “hey.. kok bengong sih. Itu andi manggil kamu di depan asrama taraa sayanggg” kak sinta mengulang informasinya ..kali ini dengan suara yang lembut…
“siap iya kak. Makasi ya kak” kata tara gugup. Yang ada di otak tara “ andi manggil aku? Ngapain? Knapa harus kak sinta yang nyampeinn.mampusss akuuuuu” tara berjalan cepat keluar asrama, dan benar saja..andi berdiri di depan asrama tanpa senyum.
“aku tau masalah boby dan sasha. Dan aku tau kamu sayang sama sasha. Kamu ga mau sasha sedih kan? Dan aku yakin kamu butuh aku untuk memenuhi syarat boby.” Andi langsung menembak tara dengan pernyataan yang sangat menusuk.
“aku ga tau kamu tau dari mana.. tapi kamu ga usah khawatir.. aku ga akan ngrepotin kamu. Aku bisa cari cara lain tanpa kamu. Ga usa sombong deh.” Balas tara kesall. Tara tidak bisa terima andi menganggap dia akan mengemis pertolongan darinya. Tapi…
“ya sudahlah, aku ngerti gmana kmu pengen sodara asuhmu tetep senyum.. aku akan bantu kamu. Penuhin syarat boby. Tapi… hanya pura-pura pacaran. Inget itu!! Ga sampe keterusan ya… jangan ngarep. Aku lakuin ini krn kmu berniat baik!!”
Tara geram… rasanya ingin sekali di membentak laki-laki yang berdiri di depannya ini. Tapi dia sadar, waktunya tinggal 4 hari untuk memenuhi syarat boby. Dan dia melakukan ini demi sasha. Jadi tara menahan emosinya. Yang keluar dari bibirnya hanya “ ok.” Lalu tara balik badan.. dan.. “tara, ingat..semua temen kita tahu kalo kita ga pernah deket. Jadi buatlah sesuatu yang wajar.. jangan bikin siapapun curiga kalo ini hanya sandiwara” andi berkata tepat di telinga tara.
“ aku tau.aku akan mengaturnya” sahut tara sambil berlalu dari andi… air matanya menggantung…
***
Tara pindah duduk. Sebangku dengan andi, ke kantin berdua sama andi, di kelas ngobrol sama andi, mengerjakan soal bersama andi, seolah2 mereka memang sedang PDKT. Hanya andi dan tara yang tau apa yang sebenarnya terjadi.
Besok adalah hari akhir syarat boby harus dipenuhi.” Gmana tarrr??? Bisa ga syarat akuuu??? Aku ga jadi pindah deh kalo kamu bisaaa…. Bsok lhoo” boby berkata dengan senyum jahilnya
“kita lihat bsok ya bob… pegang janjimu” tara berlalu penuh kemenangan
***
Malam itu andi turun dari asrama putra untuk menemui tara. Inilah tradisi bagi mereka yang pacaran di asrama. Sang pria harus turun dari asrama dan memanggil pacarnya, kemudian jalan-jalan di sekitar sekolah. Boby melihat hal itu. “andiii… tumben turun. Jemput siapa?” Tanya boby pnasaran saat melihat andi berdiri di depan asrama putri. “jemput pacar aku lah bob..” jawab andi singkat sambil tersenyum pada sasha yang berdiri di samping boby. Ga lama.. tara muncul.. andi pun langsung menggandeng tangan tara… dan mendekat pada boby dan sasha. “kenalin pacar aku” kata andi pada boby. Boby pun terkejut. “hai bob,sha… jalan dulu ya..” kata tara sambil senyum penuh kemenangan (sekali lagi) ke arah boby. Walaupun dalam hatinya.. tara menjerit…
Karena tara dan andi hanya berpura-pura, jadi tara tidak punya hak apapun mengatur atau menuntut apapun dari andi, tidak juga punya hak untuk cemburu atau marah saat andi tidak turun untuk memjemputnya. Makan hati rasanya…
***
Walaupun hanya pura-pura..mau tidak mau tara dan andi jadi sering ngobrol dan bersama. Kekakuan yang dulu pernah ada di antara mereka pun mulai mencair. Tiga bulan waktu yang panjang untuk mencairkan es.
“tar, tadi boby curhat sama aku” kata andi pada tara
“curhat apa?”
“katanya dia udah bner-bener ga tahan disini.. dan dia mau ngurus surat pindah sekolah minggu depan”
Tara kaget. Boby memang menepati janjinya untuk tidak pindah tiga bulan yang lalu, tapi tidak berjanji untuk tidak pindah sampai tamat.
“truss kita gmana tar?” sambung andi
Tara diam. Dia juga tidak tahu harus berkata apa. Di satu sisi tara sangat menikmati kebersamaannya dengan andi, walaupun hanya pura-pura. Di sisi lain dia juga sadar bahwa ini harus berakhir.
“ ndi, kita melakukan ini, khususnya aku, demi sasha. Aku bisa menunda kepindahan boby sampai 3 bulan ini, tapi aku juga gabisa memaksa bobby untuk tetap tinggal. Dan aku juga ga mau memaksa kamu untuk ikut repot terus kaya gini” tara berusaha bijaksana
“lalu?apa yang bakal kita kerjain sekrang? Gini, kamu udah memulai scenario ini di awal.. biar aku yang mikirin gmana endingnya ya tar…” andi berkata serius.
“kamu mau bikin apa ndi? Ya terserah kamu ajalah bikin scenario akhirnya.. aku harus ngasi tau sasha. Anyway… makasi banyak kmu uda mau bantuin aku 3 bulan ini ya” tara tersenyum pada andi
***
Sasha menangis.. bobby positif pindah sekolah. Dan hari ini adalah hari terakhir bobby di sekolah ini. Bobby pamitan pada semua teman-teman termasuk tara dan andi. “ tar, semoga langgeng ya. Ndi, jagain tara ya” boby bicara seperti itu sebagai pesan terakhirnya. Jauh di lubuk hatinya tara menjerit “ boby pergi… ga ada lagi andi-tara” setelah itu yang dilihat tara adalah… sasha menangis di pelukan boby.
***
“ndi, gimana endingnya?” tara akhirnya bicara pada andi. Karena seminggu setelah boby pergi.. semua masih berjalan seperti biasa, andi masih sering turun menemui tara, dan mereka masih sering bersama, tanpa sekalipun andi membahas masalah kelanjutan sandiwara mereka.
“sabar ya non…sedang disusun” jawab andi sambil terus berjalan
“ndi…aku ga mau ngomong apa-apa lagi kalo ga bahas masalah ini. Lama banget kamu nyusunnya..udah bilang aja sekarang” desak tara tak sabar.
“ mm… bsok deh ya..aku naik dulu…” andi pergi bgtu saja
Tara dongkol dengan sikap andi yang seolah-olah mengulur waktu…knapa sih dia? Hanya itu yang ada di pikiran tara.
“tara… dicari andii di depan..” kak sinta nongol lagi di kamar tara.. tapi kali ini tara sudah ga gugup lagi. Selama tiga bulan sejak dia mulai bersandiwara dengan andi.. tara sudah mulai terbiasa. Begitu melihat andi, tara memasang wajah galaknya “ kalo kamu ga mau ngomongin masalah sandiwara ini.. aku masuk lagi” tara sedikit mengancam.
Andi tersenyum simpul, “ iya nona..” sambil menarik tangan tara untuk mengikuti langkahnya. Dalam hatinya tara tidak bisa mengatur apapun.. tara tidak bisa menghentikan loncatan loncatan listrik yang meledak ledak,,,, tara mendengar suara jantungnya sendiri…dug dug dug dug…. 2x lbih cepat dari biasanya. Tapi.. bibir tara terkunci rapat.
Di bawah lampu jalan andi berhenti dan menatap tara.. diam..
Tara yang tidak kuat berlama lama dalam situasi seperti ini..memutuskan untuk memulai.. daripada pingsan karena tegang….
“so….??” Kata tara
“ aku ga mau sandiwara lagi tar…” jawab andi menggantung
“ ya makanya…” blom selesai tara memotong ucapan andi.. andi keburu meletakkan jarinya di bibir tara
“ aku mau kita ga sandiwara… aku mau kita menjadikannya sesuatu yang nyata” andi menatap tara lekat
“ma.. makudnya?” tara gemetar…
“aku sayang kamu tar… would you be my girl?” ucap andi tulus….
“tapi.. kmu bilang.. di awal.. itu..” tara tidak bisa mengatur kalimatnya. Tara ingat perkataan andi di awal sandiwara mereka.
“ iya.. aku salah.. maafin aku.. mungkin aku kualat ya…hahahah.. tapi aku sayang kamu tar” andi seolah dapat membaca pikiran tara
“…” tara terdiaam
“tar, jawab aku. Mau ya kita ga pake sandiwara lagi..?”
Tara tidak bisa berkata.. hanya anggukan kepalanya yg malu-malu yang menjawab pertanyaan andi. Hati tara begitu bahagia… dia pun tersenyum dalam pelukan hangat andi malam itu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar